LANNY JAYA - Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat Papua dengan menghadiri prosesi duka salah satu warga di Kompleks TK Tumbubur, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (26/5/2026).
Kehadiran personel TNI di tengah prosesi pemakaman tradisional tersebut menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara prajurit dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Kegiatan itu bermula setelah Kepala Wilayah setempat, Wibanus Kagoya, menyampaikan kabar meninggalnya anggota keluarga dari Bapa Peko Wenda kepada personel Satgas.
Menanggapi laporan tersebut, Komandan Pos TK Tumbubur, Lettu Inf Arrchi Rahmansyah S.Tr.(Han)., memimpin langsung 12 personel melaksanakan patroli keamanan yang dirangkaikan dengan komunikasi sosial (komsos) ke rumah duka.
Di tengah suasana haru, personel Satgas disambut hangat masyarakat dan tokoh agama setempat, termasuk Pendeta Sihsa Kiwo serta Gembala Wage Kiwo. Sebagai bentuk kepedulian, Satgas Yonif 742/SWY juga menyerahkan bantuan tali asih berupa beras, kopi, dan gula kepada keluarga yang berduka.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga bagian dari keluarga masyarakat Tumbubur. Kami ingin warga merasa didampingi dan tidak sendiri dalam menghadapi duka, ” ujar Lettu Inf Arrchi Rahmansyah.
Menurutnya, pendekatan humanis melalui kegiatan komunikasi sosial menjadi salah satu upaya menjaga hubungan harmonis dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat Papua.
Wakil Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Kapten Inf Richen Pahotan Marpaung S.T.Han., menegaskan bahwa prajurit TNI di wilayah penugasan harus memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi masyarakat.
“Kehadiran personel di acara pemakaman ini merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat dan budaya lokal. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan diperhatikan, ” kata Kapten Inf Richen.
Sementara itu, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menyebut kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat di Papua Pegunungan.
“TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat yang sedang berduka adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus membawa kedamaian serta rasa aman bagi masyarakat Papua, ” tegas Letkol Dedi Risdiantoro.
Melalui kegiatan sosial dan pendekatan persuasif yang dilakukan secara rutin, Satgas Yonif 742/SWY berharap hubungan harmonis dengan masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya terus terjaga guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Papua Pegunungan.
Autentikasi: Satgas Yonif 742/SWY

Riansyah